Kamis, 22 Juli 2021

MENGUATNYA KOMUNALISME DAN RADIKALISME BERDASAR AGAMA

 


Prof. Dr. Drs. Pratikno, M.Soc.Sc.


Terbitnya buku saudara Fajar Purwawidada berjudul Jaringan Baru Teroris Solo dan Implikasinya terhadap Keamanan Wilayah dan Upaya Penanggulangannya ini memberi kontribusi bermakna bagi pemahaman mengenai kompleksitas fenomena gerakan radikal dilabeli Islam yang tumbuh subur pada periode pasca-Soeharto.  Runtuhnya rezim otoriter ‘Orde Baru’ memang menyediakan political opportunity structure  bagi muncul dan menyuburnya gerakan radikal yang bergerak di ranah underground pada masa-masa sebelumnya. Memfokuskan diri pada gerakan ‘teroris’ di Solo sebagai studi kasus, hasil riset di program pasca pasca sarjana Ketahanan Nasional UGM ini memberikan gambaran mengenai ancaman terhadap pluralisme dan multikulturalisme di Indonesia. Tidak cukup di situ, Fajar juga merumuskan sejumlah strategi penanganan terhadap maraknya gerakan radikal teroris berlabel agama tesebut.

Memang, salah satu tantangan serius dari proyek demokratisasi di Indonesia pasca Suharto adalah menguatnya komunalisme dan radikalisme berdasar agama yang pada gilirannya mengancam realitas pluralitas dan multikulturalitas di bumi Nusantara ini. Sementara komunalisme telah mengeraskan sentimen-sentimen komunal sebagai basis polity, radikalisme mentransformasikan energy social yang komunalistik tersebut menjadi gerakan social yang berpotensi mengancam pluralisme di Indonesia. Kombinasi dari keduanya telah menyediakan bahan baku bagi bekerjanya kekuatan anti-pluralisme dan multikulturalisme yang pada gilirannya mengancam kebhinekaan Nusantara. Sebagai universitas kebangsaan dan kerakyatan, UGM selalu berusaha untuk merumuskan gagasan dan mencari jalan bagi kelestarian kemajemukan dan kebhinekaan Republik Indonesia.

Terakhir saya mengucapkan selamat kepada saudara Fajar Purwawidada atas diterbitkannya naskah tesis masternya menjadi buku yang bisa dibaca oleh khalayak luas. Ini memang merupakan salah satu tugas penting yang diemban oleh universitas: menghilirkan hasil-hasil kajian akademiknya kepada masyarakat, tidak hanya menyimpannya di laci lemari dan rak-rak perpustakaan belaka. Selamat membaca.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar