Kamis, 22 Juli 2021

KEKERASAN ATAS NAMA TUHAN DAN ANCAMAN TERHADAP PERTAHANAN DAN KEAMANAN

 




Dr. Nasir Tamara, D.E.A., D.E.S.S.

Setiap Negara di dunia memiliki potensi ancaman bagi pertahanan dan keamanan. Makin kaya Negara itu dan makin strategis letak geografisnya makin besar pula potensi ancamannya. Indonesia memiliki ke dua hal itu, maka tidaklah salah bila dikatakan Indonesia memiliki potensi ancaman yang cukup besar bagi pertahanan dan keamanan Negara.

Republik Indonesia membagi ancaman itu ke dalam ancaman dari luar negeri dan ancaman dari dalam negeri. Sampai sekarang ke dua jenis ancaman itu tetap diperhitungkan dalam penyusunan strategi.

Ancaman nasional itu bisa berkaitan dengan keutuhan wilayah, hilangnya persatuan nasional dan kekacauan yang menimbulkan rasa tidak aman sehingga Indonesia bisa menjadi Negara gagal, a failed State. Faktor-faktor penyebabnya bisa jadi konflik politik, pertentangan ideologi dan tindakan kekerasan-kekerasan atas nama agama / Tuhan.

Sebelum Indonesia kembali menjadi Negara demokrasi, untuk menyelesaikan berbagai persoalan itu digunakan pendekatan kekerasan. Namun setelah sejak 1998 Indonesia menganut system demokrasi pendekatan bentuk dialog dan non-militer lebih diutamakan.

Penulis buku Jaringan Baru Teroris Solo ini, adalah seorang perwira muda yang mempunyai pengetahuan yang luas tentang masalah-masalah militer. Setelah menulis buku tersebut yang berasal dari tesis S2nya di Program Studi Ketahanan Nasional di Sekolah Pasca Sarjana UGM makin matang pula pengetahuannya tentang non-traditional security threat.

Pengetahuan akademis itu kini disumbangkan bagi bangsa Indonesia dengan penerbitan karya ini yang disunting dengan baik oleh editor KPG. Buku yang berdasarkan penelitian lapangan dengan tekun ini berhasil dilakukan dengan baik setelah mengatasi berbagai kesulitan yang tidak semua orang akan mau atau berani karena ada resiko-resiko yang terpaksa ditempuh. Setelah dilengkapi dengan sumber-sumber sekunder buku ini merupakan sebuah karya yang lengkap yang penting dalam studi tentang kekerasan yang menggunakan agama dan nama Tuhan.

Penulis berhasil memberikan latar belakang sejarah, membahas jaringan nasional dan internasional, anatomi dan pola-pola kekerasan di dalam monografnya sehingga pembaca mengerti tentang betapa kompleksnya masalah itu.

Sumbangan penulis yang tidak kalah pentingnya juga ialah memberikan pemikiran tentang bagaimana mengatasi masalah kekerasan atas nama Tuhan, suatu bentuk terorisme agama yang ada pada agama apa pun seperti terdapat di India, Srilangka, Irlandia Utara, RRC, beberapa Negara di Afrika, Israel / Palestina termasuk di Indonesia. Analisisnya tentang kaitan antara para pelaku kekerasan atas nama Tuhan yang berdimensi global dengan ancaman pertahanan terhadap Negara seperti Irak dan Suriah oleh organisasi seperti ISIS patut disimak. Dan perlu menjadi pemikiran strategis dalam menghadapi fenomena baru yang mengancam pertahanan dan keamanan Negara semacam ini.

 

Yogyakarta, 16 September 2014

Dr. Nasir Tamara, D.E.A., D.E.S.S.

Pendiri Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional, I-4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar